rss
twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)

Basic Life Support (BLS) / Bantuan Hidup Dasar (BHD) Pediatrik dengan 2 penolong atau lebih

Pembahasan kali ini tidak jauh berbeda dengan pembahasan sebelumnya. Kita masih membahas mengenai henti jantung yang dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Sehingga perlu kesiapan kita sebagai petugas kesehatan untuk melakukan bantuan dalam bentuk Basic Life Support (BLS) / Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk menyelamatkan nyawa bagi yang sedang dalam kondisi tersebut. Tak jarang pula, kasus ini dialami oleh anak-anak sehingga perlu kesiapan dan keterampilan kita dalam memberikan pertolongan. Pada pembahasan telah dipaparkan skema penatalaksanaan untuk penanganan Bantuan Hidup Dasar yang dapat dilakukan oleh semua petugas kesehatan. Pemaparan sebelumnya merupakan algoritme yang digunakan apabila pada saat kejadian hanya ada 1 orang penolong.

Basic Life Support (BLS) / Bantuan Hidup Dasar (BHD) Pediatrik dengan 1 penolong

Kasus henti jantung dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Sehingga perlu kesiapan kita sebagai petugas kesehatan untuk melakukan bantuan dalam bentuk Basic Life Support (BLS) / Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk menyelamatkan nyawa bagi yang sedang dalam kondisi tersebut. Tak jarang pula, kasus ini dialami oleh anak-anak sehingga perlu kesiapan dan keterampilan kita dalam memberikan pertolongan. Pada pembahasan kali ini akan dipaparkan skema penatalaksanaan untuk penanganan Bantuan Hidup Dasar yang dapat dilakukan oleh semua petugas kesehatan. Pemaparan kali ini merupakan algoritme yang digunakan apabila pada saat kejadian hanya ada 1 orang penolong. Silakan disimak dan diingat langkah-langkah yang ada dalam algoritme ini. Kemudian selanjutnya bisa dilakukan simulasi mengenai algoritme yang dikeluarkan oleh American Heart Association ini pada tahun 2015.

Resusitasi Neonatus (algorithm update from AHA 2015)

Setiap neonatus yang lahir baik secara spontan maupun sectio caesaria (SC) perlu dipersiapkan pada saat kelahirannya alat-alat yang diperlukan untuk tindakan resusitasi. Tindakan resusitasi ini diperlukan agar bayi yang baru lahir dapat segera siap dalam menjalani kehidupannya sejak awal di luar rahim ibunya. Kondisi-kondisi ibu dan janin intra uterine merupakan data yang sangat penting untuk dapat memprediksi kemungkinan sang bayi ketika sudah dilahirkan. Oleh karena itu, edukasi prenatal sangat penting diberikan pada ibu sehingga ibu dan bayi dapat menjalani proses kelahiran dengan selamat. Berikut ini merupakan langkah-langkah yang perlu dilakukan bagi petugas kesehatan terutama dokter, dalam melakukan persiapan pertolongan bagi sang bayi segera setelah lahir. Langkah-langkah yang ada disini sudah merupakan hasil pengkajian yang sangat mendalam dari American Heart Association (AHA) yang dikeluarkan pada tahun 2015. Algorithma ini merupakan revisi dari algorithma-algorithma sebelumnya yang oleh karena beberapa pertimbangan, algorithma sebelumnya sudah tidak dipergunakan kembali.

Status Gizi

I. Pengertian Tumbuh Kembang
Ciri tumbuh kembang yang utama adalah bahwa dalam periode tertentu terdapat adanya masa percepatan atau masa perlambatan, serta laju tumbuh kembang yang berlainan diantara organ tubuh. Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan besar, jumlah, ukuran, atau dimensi sel, organ maupun individu yang diukur dengan ukuran berat, panjang, umur tulang dan keseimbangan metabolik, sedangkan perkembangan lebih menitikberatkan aspek perubahan bentuk atau fungsi pematangan organ ataupun individu, termasuk perubahan aspek sosial atau emosional akibat pengaruh lingkungan.

Hipertensi

I. Definisi.
Hipertensi adalah keadaan dimana tekanan darah sistolik lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg.

Diabetes Mellitus

I.   Definisi
Diabetes Mellitus (DM) adalah sindroma klinis heterogen ditandai peninggian kadar glukosa darah (hiperglikemia) kronik akibat defisiensi insulin, relatif atau absolut, dan/atau hiperglukagonemia (Unger & Foster, 1985). Akibat defisiensi insulin akan timbul serentetan gangguan metabolisme karbohidrat (zat hidrat arang, KH), lemak dan protein (Asdie, 2000).

Asma Bronkiale pada lansia

A. Definisi
            Penyakit Asma (Asthma) adalah suatu penyakit kronik (menahun) yang menyerang saluran pernafasan (bronchiale) pada paru dimana terdapat peradangan (inflamasi) dinding rongga bronchiale sehingga mengakibatkan penyempitan saluran nafas yang akhirnya seseorang mengalami sesak nafas.3