rss
twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)

Status Gizi

I. Pengertian Tumbuh Kembang
Ciri tumbuh kembang yang utama adalah bahwa dalam periode tertentu terdapat adanya masa percepatan atau masa perlambatan, serta laju tumbuh kembang yang berlainan diantara organ tubuh. Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan besar, jumlah, ukuran, atau dimensi sel, organ maupun individu yang diukur dengan ukuran berat, panjang, umur tulang dan keseimbangan metabolik, sedangkan perkembangan lebih menitikberatkan aspek perubahan bentuk atau fungsi pematangan organ ataupun individu, termasuk perubahan aspek sosial atau emosional akibat pengaruh lingkungan.
Dengan demikian proses pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisik, sedangkan proses perkembangan berkaitan dengan fungsi pematangan intelektual dan emosional organ atau individu.
Menurut Jellife D.B (1989) pertumbuhan adalah peningkatan secara bertahap dari tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil proses pematangan.
Pertumbuhan (growth) adalah bertambahnya ukuran fisik (anatomis) dan struktural tubuh dalam arti sebagian atau keseluruhan. Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan yang menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ, dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual, dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungan.

II. Tahap-tahap Tumbuh Kembang
Tahap pertumbuhan anak :
1.      Pertumbuhan yang cepat sekali dalam tahun pertama, yang kemudian mengurang secara berangsur-angsur sampai umur 3 – 4 tahun.
2.      Pertumbuhan yang berjalan lamban dan teratur sampai masa akil balik.
3.      Pertumbuhan cepat pada masa akil balik (umur 12 – 16 tahun).
4.      Pertumbuhan kecepatan mengurang berangsur-angsur sampai suatu waktu (kira-kira umur 18 tahun) berhenti.
Dalam tahun pertama panjang badan bayi bertambah dengan 23 cm (di negara 25 cm), sehingga anak pada umur 1 tahun panjangnya menjadi 71 cm (di negara maju 75 cm). Kemudian kecepatan pertumbuhan berkurang sehingga setelah umur 2 tahun kecepatan pertambahan panjang badan kira-kira 5 cm pertahun. Formula yang dipakai untuk menentukan panjang anak dari umur 3 tahun adalah :
Panjang Badan = 80 = 5n cm àn = jumlah umur dalam tahun
Panjang badan dalam umur :
-          1 tahun = 1 ½  x panjang lahir
-          4 tahun = 2 x panjang lahir
-          6 tahun = 1 ½  x panjang umur 1 tahun
-          13 tahun = 3 x panjang lahir
-          dewasa = 2 x panjang umur 2 tahun
Lingkar kepala bayi baru lahir di Indonesia 33 cm (di negara maju 35 cm), kemudian pada umur 1 tahun menjadi 44 cm. Ukuran lingkar kepala penting diketahui yaitu untuk mengetahui perubahan dalam pertumbuhan otak.
Selama masa prasekolah, berat badan naik setiap tahun dengan 1 ½  – 2 kg di Indonesia (di negara maju 2 – 3 kg). Formula berat badan yang digunakan untuk menentukan berat badan ialah :
Berat Badan = 8 + 2n kg à n = jumlah umur dalam tahun
Berat badan dalam umur :
-          1 tahun = 3 x berat badan lahir
-          2 ½ tahun = 4 x berat badan lahir
-          6 tahun = 2 x berat badan umur 1 tahun
Pada masa prasekolah dan sekolah, anak akan tampak kurus dikarenakan pertumbuhan beberapa organ, jumlah jaringan bertambah sedemikian rupa sehingga jaringan lemak di bawah kulit berkurang.
Masa peralihan dari masa anak-anak ke dewasa merupakan masa yang sangat penting. Masa ini disebut masa akil balik. Selama masa ini terdapat perbedaan mengenai jaringan lemak yang terdapat pada pria dan wanita. Pada anak wanita lemak banyak terdapat disekitar panggul, payudara, dan anggota gerak, sedangkan pada anak pria lebih banyak di punggung. Perubahan jaringan lemak dan berat badan pada anak wanita berlangsung sampai beberapa tahun setelah akil balik, sedangkan pada anak pria berat badan setelah masa akil balik tidak nyata bertambah. Pertambahan berat badan ini tergantung dari makanan, hormon, dan faktor keturunan.
Pada permulaan akil balik, pertumbuhan cepat sekali. Dalam masa yang pendek ini panjang anak dapat bertambah lebih kurang 10 cm pertahun. Sampai akil balik pertumbuhan pria dan wanita kecepatan berkurang menurut norma tertentu, tetapi setelah itu terdapat perbedaan. Pada wanita di negara maju, akil balik dimulai 2 tahun lebih cepat daripada pria (growth spurt) sehingga pertumbuhan cepat terdapat lebih dulu daripada pria. Namun jalannya pertumbuhan pria selama masa akil balik lebih cepat dibandingkan dengan anak wanita. Anak pria tumbuh dua tahun lebih lama dengan kecepatan 5 cm pertahun dan pada masa akil balik tumbuh beberapa cm lebih cepat panjang daripada anak wanita, sehingga panjang anak pria kira-kira 12 cm lebih panjang dari anak wanita.
Penyakit akut yang berat dapat menghambat pertumbuhan anak, tapi bila hambatan yang terjadi tidak besar, maka keterlambatan pertumbuhan tersebut masih dapat dikejar. Penyakit kronis juga akan menghambat pertumbuhan dan keterlambatan pertumbuhan yang diakibatkannya lebih sukar dikejar. Selain penyakit, makanan, keadaan sosial ekonomi, terdapat pula beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan, yaitu :
1.      Faktor genetis
Tidak semua orang mempunyai panjang / tinggi badan yang sama. Kemampuan untuk menjadi panjang atau pendek diturunkan menurut ketentuan tertentu, sehingga anak yang tinggi biasanya berasal dari orang tua yang tinggi pula.
2.      Hormon-hormon yang mempengaruhi pertumbuhan
a.       Hormon pertumbuhan hipofisis mempengaruhi pertumbuhan sel tulang.
b.      Hormon tiroid yang mempengaruhi pertumbuhan dan kematangan tulang.
c.       Hormon kelamin pria di testis dan kelenjar suprarenalis dan pada wanita di kelenjar suprarenalis, merangsang pertumbuhan selama jangka waktu yang tidak lama. Disamping itu hormon tersebut juga merangsang pematangan tulang sehingga pada satu waktu pertumbuhan berhenti.
Perubahan tubuh pada masa akil balik berlangsung karena pengaruh hormon kelamin dan hipofisis. Pada wanita terdapat pembesaran uterus, ovarium, dan vagina pada umur 8 – 10 tahun. Organ-organ ini mencapai kedewasaan pada umur 18 – 20 tahun. Pertumbuhan kelamin sekunder dimulai dengan membesarnya payudara yang didahului oleh pembesaran dan pigmentasi puting serta areola mammae. Bersamaan dengan ini pinggul menjadi lebar karena tulangnya menjadi lebar. Satu tahun kemudian terdapat pertumbuhan rambut di daerah pubis, setengah tahun kemudian disusul dengan pertumbuhan rambut di ketiak. Pada waktu ini terjadi menstruasi pertama, yang di negara maju dimulai pada umur kira-kira 13 ½  tahun. Menstruasi ini berlangsung tidak teratur pada tahun pertama, tetapi kemudian menjadi teratur pada umur 16 – 18 tahun.
Pada anak pria, permulaan akil balik ditandai dengan pembesaran penis, testis, dan scrotum. Peertumbuhan berupa pigmentasi dan kerut-kerutan juga terjadi pada scrotum. Ejakulasi terjadi pada umur kira-kira 15 – 16 tahun. Tidak lama sesudah pembesaran organ kelamin, terdapat pertumbuhan rambut pubis, ketiak, kumis serta janggut. Kemudian terdapat perubahan suara. Maka lebih jelas lagi bahu menjadi lebar dan terdapat penambahan jumlah dan kekuatan otot-otot. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa anak pria pada umur 18 – 20 tahun jasmaninya telah meningkat.
Antara umur 11 – 19 tahun seorang anak memasuki masa yang disebut pubertas. Istilah pubertas berasal dari kata pubercere yang bearti menjadi matang, sedangkan istilah adolesens berasal dari kata adolescere yang berarti menjadi dewasa. Telah diketahui bahwa proses ini berjalan dengan berbagai konflik. Selama konflik tidak menimbulkan perpecahan dengan orang tua, maka konflik hanya merupakan suatu aspek yang memang perlu dalam perkembangan anak yang sehat. Jika sama sekali tida tampak adanya konflik dengan pemegang kekuasaan, maka hal ini mungkin merupakan suatu bahaya karena dalam hal ini mungkin terdapat sikap pura-pura mampu berdiri sendiri.
Selain di dalam keluarga, ia mencari hubungan yang mengandung sifat tergantung di luar lingkungan keluarga. Hubungan baru ini dapat diadakan dengan orang dewasa atau dengan teman sebaya. Bila dilakukan oleh anak laki-laki maka hubungan ini dinamakan dengan pendewasaan dan bila dilakukan oleh anak perempuan dinamakan pemujian.
Hubungan dengan teman-teman sebaya penting dan baik, karena hubungan ini akan memberikan rasa aman dan kepastian kepada seorang remaja dan merupakan hubungan yang tidak diperoleh di dalam rumah. Seorang remaja yang sedang dalam suasana memberontak terhadap orang tuanya, mengetahui bahwa ia tidak mau melaksanakan apa yang sebenarnya harus ia lakukan. Ia akan mencontoh perbuatan orang lain. Dalam membiasakan diri pada corak kelakuan dalam pergaulan dengan jenis kelamin yang berbeda, kelompok merupakan bantuan yang penting. Dengan mencontoh perbuatan kelompok, seorang remaja akan memperlihatkan bahwa ia masih tergantung kepada orang lain, yaitu kelompoknya. Tetapi melalui kelompok ini, ia juga mampu berdiri sendiri karena dalam kelompok ia dapat memaksakan sesuatu terhadap dunia luar, sedangkan sebagian individu ia tidak dapat melaksanakannya. Perkembangan kemampuan berdiri sendiri pada masa ini tidak terbatas pada pergaulan, tetapi juga bidang lain misalnya ilmu pengetahuan, moral dan sebagainya. Dengan demikian seorang remaja dapat memperluas pengetahuan dan pandangannya, tetapi juga mengubah kelakuan yang masih kekanak-kanakan menjadi kelakuan yang lebih sesuai dengan norma-norma yang semestinya.

III. Defisiensi Gizi (Malnutrisi Energi Protein)
A. Marasmus
Diet dalam bentuk apapun harus mengandung cukup energi untuk mempertahankan suhu tubuh, aktifitas jantung, paru, otot, alat pencernaan, dan sebagainya. Bila kebutuhan minimal akan energi atau kalori tidak dapat dipenuhi oleh pemberian makanan tersebut dalam waktu yang lama, maka akan timbul gejala undernutrition yang sangat ekstrim yaitu marasmus nutrisional.
Gejalanya berupa pertumbuhan yang berkurang atau terhenti, sering menangis walaupun telah mendapat makanan atau disusui, gejala gastrointestinal, jaringan lemak bawah kulit menghilang, wajah tampak seperti wajah orang tua, pembuluh darah superfisial tampak lebih jelas, ubun-ubun besar cekung, ujung tangan dan kaki terasa dingin dan tampak sianosis, perut membuncit atau cekung dengan gambaran gambaran usus yang jelas, atrofi otot, lebih lanjut anak yang mulanya penakut menjadi apatis.

B. Kwashiorkor
Bila kebutuhan akan kalori telah dipenuhi akan tetapi makanan yang diberikan tidak mengandung semua nutrien yang esensial, maka lambat laun kesehatan akan terganggu. Defisiensi protein akan mengakibatkan timbulnya gejala defisiensi protein  atau yang dikenal dengan kwashiorkor. Gejalanya terpenting ialah pertumbuhan terganggu. Selain berat badan juga tinggi badan kurang dibandingkan dengan anak sehat. Gejala lain berupa perubahan mental, edema ringan maupun berat, gejala gastrointestinal, perubahan pada rambut dan kulit, pembesaran hati, anemia ringan dan sebagainya.



0 comments:

Post a Comment